Film: Kickboxer, Retaliation (2018) | Sinopsis & Review

Reza
0

Film: Kickboxer, Retaliation (2018) | Sinopsis & Review

Tiga tahun setelah peristiwa dalam Kickboxer: Vengeance, Kurt Sloane (diperankan oleh Alain Moussi) berusaha meninggalkan masa lalunya sebagai petarung. Ia kini hidup damai bersama istrinya di Amerika Serikat dan berkarier di dunia seni bela diri profesional. Namun, kedamaian itu tak bertahan lama.

Suatu hari, Kurt diculik secara misterius dan terbangun di sebuah penjara bawah tanah di Thailand. Ia segera menyadari bahwa penculiknya adalah organisasi kriminal yang ingin memaksanya kembali ke arena pertarungan ilegal. Di sana, seorang promotor sadis bernama Thomas Moore (Christopher Lambert) memaksanya bertarung melawan monster manusia bernama Mongkut, seorang raksasa tak terkalahkan hasil eksperimen genetika.

Untuk bisa bebas, Kurt harus menghadapi tantangan paling berat dalam hidupnya: melawan Mongkut dalam duel mematikan di depan penonton bawah tanah. Tapi ia tidak sendirian. Di penjara, ia dibantu oleh mentornya yang legendaris, Durand (Jean-Claude Van Damme), yang kini kehilangan penglihatan, dan juga mantan petinju ganas, Briggs (Mike Tyson). Bersama mereka, Kurt menjalani latihan brutal untuk menyiapkan diri menghadapi pertarungan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja.

Kickboxer: Retaliation mengembalikan semangat film laga klasik 80-an dengan kombinasi aksi keras, koreografi pertarungan yang memukau, dan pesan tentang keberanian, ketahanan, serta kehormatan seorang petarung sejati. Film ini menampilkan banyak bintang bela diri nyata seperti Roy Nelson dan Fabricio Werdum, yang membuat adegan pertarungan terasa lebih realistis dan intens.

Dengan tempo cepat dan aksi tanpa henti, film ini memanjakan penggemar genre martial arts. Namun, di balik semua kekerasan dan adrenalin, Kickboxer: Retaliation juga memperlihatkan perjuangan seorang pria melawan ketakutan dan ambisi manusia yang gelap.

Berikut beberapa kutipan ulasan dari kritikus film luar untuk Kickboxer, Retaliation (2018):

Dari RogerEbert.com – Simon Abrams: “Film bela-diri yang sangat bodoh, dan sangat memuaskan — sebuah lemparan balik ke masa ketika film aksi Amerika itu dapat ditebak dan formulaik.” Meskipun cerita dan struktur film ini sederhana atau bahkan klise, ia tetap berhasil memberi kepuasan bagi penggemar genre.

Dari The Hollywood Reporter – John DeFore: “Film laga berbau ringan dan menyenangkan yang dalam beberapa aspek lebih baik dari yang diperlukan… Retaliation mungkin tidak melakukan untuk Moussi apa yang film asli lakukan untuk Van Damme, tapi ini takkan membuat penggemar pulang dengan kecewa.” Film ini tidak luar biasa tapi cukup memuaskan terutama untuk penggemar aksi dan reboot.

Dari Los Angeles Times – Gary Goldstein: “Sutradara Dimitri Logothetis kembali dengan naskah yang dibagi bersama penulis sebelumnya, melesat melalui adegan demi adegan penuh aksi dengan energi yang diperlukan. Tapi dialog dan akting (termasuk Mike Tyson sebagai teman penjara Kurt) sering kali terasa lucu secara tidak sengaja.” Adegan aksinya dipuji, tapi aspek naskah dan akting dianggap lemah oleh kritikus ini.

Trevor Johnston – Radio Times: “Dari sisi cerita, film ini tidak menemukan kembali roda, tetapi sorotan pertarungan cukup banyak dan bervariasi untuk menyenangkan para penggemar.” Meskipun plotnya standar, kualitas adegan pertarungan dianggap cukup untuk memuaskan penggemar aksi.

Dominic Griffin – Spectrum Culture: “Ada film aksi yang lebih pintar dan orisinal di dunia, tetapi sedikit yang, baik kotor ataupun sungguh‐sungguh, bisa sebegitu konsisten menghibur atau kasar dalam kejujurannya.” Kritikus ini mengakui bahwa walau film ini bukan “terbaik” dalam hal kreativitas, ia punya kejujuran dan hiburan yang konsisten.

Film mendapatkan skor Metacritic ~54/100 yang artinya “campuran atau rata‐rata”. Ulasan banyak menyebut: adegan pertarungan yang spektakuler & nostalgia untuk penggemar film aksi lawas. Tetapi cerita dan karakter kurang mendalam, dialog kadang lemah.

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)